Tampilkan postingan dengan label Monera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monera. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Agustus 2017

Struktur, Bentuk, Dan Ukuran Monera

Struktur, Bentuk, Dan Ukuran Monera || Sebelum membahas mengenai Struktur, Bentuk, Dan Ukuran Monera, ada baiknya kita mengenal dulu apa itu Monera. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa sistem 5 kingdom membagi organisme secara garis besar kedalam 2 kelompok sel, yaitu prokariotik dan eukariotik.[Baca Juga : Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik] Nah semua yang termasuk organisme prokariota dikelompokkan ke dalam satu kingdom yaitu Kingdom Monera. 

Struktur, Bentuk, dan Ukuran Monera


Salah satu organisme prokariotik yaitu bakteri. Bakteri dengan ukuran yang kecil (sekitar 0,7 - 1,3mikron), sudah pasti luput dari perhatian kita, namun ia terdapat hampir di seluruh bagian bumi. Saat kita beraktifikas di dalam rumah maupun di luar rumah, tentu ada bakteri yang jumlahnya bisa sangat banyak namun tak terlihat oleh mata telanjang. Ia hidup di darat, air, dan udara. Bahkan bakteri ada yang hidup di mata air panas yang dapat membakar kulit kita. 

Bakteri memiliki bentuk sel yang bervariasi, bulat (coccus), batang (bacillus) dan lengkung (vibrio, coma atau spiral). Umumnya sel bakteri yang berbentuk bulat berdiameter sekitar 0,7 - 1,3 mikron. Sedangkan sel bakteri berbentuk batang lebarnya sekitas 0,2 - 2,0 mikron dan panjangnya 0,7 - 3,7 mikron. Keberagaman bentuk virus inipun menjadi salah satu dasar penggolongan jenis-jenis virus itu sendiri.

Diantara bentuk-bentuk virus yaitu;

1. Kokus (bulat), terdiri dari:
  • Streptokokus, misalnya Streptococcus pyrogenes, S.thermophillus, S.lactis.
  • Stafilokokus, misalnya Staphylococcus aureus.
  • Diplokokus, misalnya Diplococcus pnemoniae


2. Basil (batang),  terdiri dari:
  • Basilus, misalnya Eschericcia coli, Salmonella thypi, Lactobacillus.
  • Streptobasil, misalnya Azotobacter, Bacillus anthracis.


3. Vibrio (koma),  terdiri dari:
  • Vibrio, misalnya Vibrio cholerae.


4. Spirillum (spiral),  terdiri dari:
  • Spirillum, misalnya Treponema pallidum.
Bentuk-Bentuk Monera
Bentuk-bentuk Monera: (a)Kokus, (b)Basil, (c)Vibrio, (d)Spiral 


Bagian tubuh bakteri pada umumnya dapat dibagi atas 3 bagian yaitu dinding sel, protoplasma (di dalamnya terdapat membran sel, mesosom, lisosom, DNA, endospora), dan bagian yang terdapat di luar dinding sel seperti kapsul, flagel, pilus. Di antara bagian-bagian tersebut ada yang selalu didapatkan pada sel bakteri, yaitu membran sel, ribosom dan DNA. Bagian-bagian ini disebut sebagai invarian. Sedangkan bagian-bagian yang tidak selalu ada pada setiap sel bakteri, misalnya dinding sel, flagel, pilus, dan kapsul. Bagian-bagian ini disebut varian.

Struktur Sel Monera 

Susunan bagian-bagian utama sel bakteri, adalah sebagai berikut 

1. Membran Sel

Membran sel berbentuk selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya. Membran sel terletak di sebelah dalam dinding sel, tetapi tidak terikat erat dengan dinding sel. Membran sel merupakan bagian yang sangat vital yang merupakan batas antara bagian dalam dengan bagian lingkungannya. Jika membran sel pecah atau rusak maka sel bakteri akan mati. 
Membran sel pada bakteri terdiri dari dua lapisan molekul fosfolipid. Pada lapisan fosfolipid ini terdapat senyawa protein dan karbohidrat yang memiliki kadar yang berbeda pada tiap-tiap sel bakteri.

2. Ribosom 

Ribosom adalah bagian sel yang berfungsi sebagi tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butiran kecil yang tidak diselubungi oleh membran. Riboson sendiri tersusun dari protein dan RNA .

3. DNA 

DNA merupakan materi genetik yang letaknya terdapat pada sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). Fungsinya yaitu sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan sebagai pembawa sifat. DNA bakteri terdapat bagian yang menyerupai inti yang disebut dengan nukleoid. Bagian ini tidak memiliki membran sebagaimana yang ada pada ini sel eukariotik.

4. Dinding Sel 

Dinding sel bakteri tersusun atas makromolekul peptidoglikan yang terdiri dari monomer-monomer tetrapeptidaglikan (polisakarida dan asam amino). Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri dibedakan atas bakteri gram-positif dan bakteri gramnegatif. Susunan kimia dinding sel bakteri gram-negatif lebih rumit daripada bakteri gram-positif. Dinding sel bakteri grampositif hanya tersusun atas satu lapis peptidoglikan yang relatif tebal, sedangkan dinding sel bakteri gram-negatif terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar tersusun atas protein dan polisakarida, lapisan dalamnya tersusun atas peptidoglikan yang lebih tipis dibanding lapisan peptidoglikan pada bakteri gram-positif.

Dinding sel bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

5. Flagel 

Flagel merupakan alat gerak bagi bakteri, meskipun tidak semua gerakan pada bakteri disebabkan oleh flagel. Flagel berpangkal pada protoplas. Flagel terdiri dari senyawa protein (flagelin) dan sedikit karbohidrat. Pada beberapa bakteri juga ada yang mengandung lipid. Jumlah dan letak flagel pada setiap bakteri bermacam-macam tergantung jenis bakteri itu sendiri. Jumlahnya bisa satu, dua, atau lebih, dan letaknya dapat di ujung, sisi, atau pada seluruh permukaan sel. Jumlah dan letak flagel dijadikan salah satu dasar penggolongan bakteri.

6. Pilus 

Pada permukaan sel bakteri gram-negatif seringkali terdapat banyak bagian yang menyerupai benang-benang pendek yang disebut pilus atau fimbria (jamak dari pilus). Pilus ini merupakan alat lekat dari sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan padat lain, misalnya makanan sel bakteri.

7. Kapsul 

Kapsul merupakan lapisan seperti lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Pada umumnya kapsul terdiri dari senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein). Fungsi kapsul pada bakteri adalah untuk perlindungan diri terhadap antibodi yang dihasilkan sel inang. Oleh karenanya kapsul hanya didapatkan pada bakteri pathogen.

8. Endospora

Beberapa bakteri ada yang membentuk endospora. Pembentukan endospora ini merupakan cara bakteri untuk mengatasi keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti: panas, dingin, kering, tekanan osmosis dan zatkimia tertentu. Jika kondisi lingkungan membaik maka endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri. Endospora bakteri tidak berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetapi sebagai alat perlindungan diri. 

Nah sekarang kalian sudah tahukan apa itu monera? dan bagaimana struktur monera tersebut.. 


Jumat, 25 Agustus 2017

Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik


Sistem 5 kingdom mengakui adanya dua jenis sel yang berbeda secara mendasar, yaitu prokaroita dan eukariota, dan menempatkan prokariota di dalam Kingdom Monera. Dalam hal dampak metabolisme serta jumlahnya, prokariota lebih mendominasi biosfer jika dibandingkan dengan eukariota bahkan mengalahkan jumlah gaungan seluruh eukariota atau makhluk hidup lainnya. Jumlah prokariota yang hidup di ujung jarum, mulut ataupun kulit manusia bahkan melebihi jumlah manusia yang hidup di bumi. 

Prokariota juga merupakan orgamisme yang paling mudah untuk berkembangbiak sehingga populasinya bertambah dengan cepat. Prokariota mampu hidup pada habitat yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu asin, terlalu asam, ataupun terlalu basa untuk eukariota apapun. Meskipun prokariota merupakan organisme mikroskopik, namun dampaknya sangatlah besar untuk kehidupan di bumi. 

Hanya sebagian kecil saja prokariota yang merugikan kehidupan sedangkan sebagian besar prokariota sangat menguntungkan bagi kehidupan di muka bumi. Misalnya, prokariota tertentu merombak bahan-bahan dari organisme yang telah mati dan mengembalikan unsur kimia yang peting, yaitu senyawa anorganik yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan yang kemudian akan dikonsumsi oleh manusia dan hewan. 

Lalu apa perbedaan prokariota dan eukariota itu sendiri?

Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik

Prkariota memiliki ciri- ciri selnya tidak memiliki nukleus, marteri genetiknya terkonsentrasi pada satu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya. Sedangkan sel eukariota memiliki nukleus sejati yang dibungkus oleh selubung nukleus, seluruh daerah diantara nukleus dan membran yang memebatasi sel disebut sitoplasma. 

Di dalamnya terletak organel-organel sel yang mempunyai bentuk dan fungsi terspesialisasi yang sebagian organel tersebut tidak ditemukan pada prokariotik. Flagel yang dimiliki eukariotik lebih lebar jika dibandingkan dengan flagel yang dimiliki prokariotik. Flagel pada prokariotik hanya sepersepuluh flagel yang dimiliki eukariotik. 

Organisasi seluler dan genetik prokariota berbeda secara mendasar dari organisme eukariota, prokariota memiliki genom yang lebih kecil dan lebih sederhana, kurang lebih prokariota memiliki genom seperseribu DNA eukariota. 

Membran prokariota telah mengalami spesialisasi, yakni adanya lipatan-lipatan ke arah dalam oleh membran plasma hasil sisa krista-krista mitokondria yang berfungsi dalam respirasi seluler prokariota aerobik.Genom prokariota hanya sebuah molekul DNA sirkular untai ganda, sedangkan eukariota memiliki molekul DNA linear yang berasosiasi dengan protein.

Demikian uraian tentang perbedan antara sel prokariotik dan eukariotik. 

Jumat, 18 Agustus 2017

Pengertian Kingdom Monera dan Contohnya

Kingdom monera adalah kelompok makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti.Berdasarkan sifat biokimia molekulernya, bakteri dibedakan menjadi yaitu Archaebacteria dan Eubacteria. Salah satu manfaat dari kingdom monera adalah dalam pembuatan yoghurt, yaitu membutuhkan bakteri Lactobacillus Bulgaricus. Bakteri ini termasuk organisme prokariotik. Berikut ini adalah contoh dari kingdom monera.

A. Archaebacteria  

Archaebacteria diduga sebagai organisme paling tua yang hidup di bumi. Archaebacteria biasa hidup di lingkungan yang ekstrim, semisal saja di sumber air panas, telaga garam, kawah, gambut, dan telaga belerang. Ciri ciri dari bakteri ini adalah:
Pengertian Kingdom Monera dan Contohnya
  1. Termasuk organisme prokariotik, artinya tidak mempunyai membran inti
  2. Bersifat aneorob sehingga mampu menghasilkan ATP
  3. Berkembang biak dengan cara pembelahan biner, pembentukan tunas, fragmentasi, dan pembelahan ganda
  4. Dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, tetapi membran plasmanya mengandung lipid
Berdasarkan metabolisme dan ekologinya, Archaebacteria dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu sebagai berikut:

1.Halofilik

 Bakteri yang termasuk dalam kelompok ini hidup pada lingkungan berkadar garam tinggi. Dari jenis klorofilnya, bakteri halofilik dapat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan energi dengan cara respirasi aerobik. Bakteri ini disebut juga bakteriorodopsin yang memberikan warna ungu, contoh dari bakteri jenis ini adalah Halobacterium, Halococcus, Halorubrum, dan Haloarcula.

2.Metanogen

Bakteri jenis ini biasanya hidup di daerah yang kurang oksigen, lumpur, dan di rawa. Dan serta dapat hidup pada suhu 98'C dan mati pada suhu dibawah 84'C. Ada juga yang bersimbiosis dengan rumen herbivora dan saluran pencernaan rayap yang berperan sebagai agen fermentasi selulosa, contohnya adalah Ruminococcus albus. Bakteri ini bersifat anaerobik dan kemosintetik. Dalam memperoleh makanannya, bakteri ini membusukan bahan organik yang ada di lingkungannya, kemudian akan menghasilkan gas metana. Bakteri jenis ini memiliki cara khas dalam proses metabolisme energi yaitu membentuk gas metana dengan cara mereduksi karbondioksida.

3.Termoasidofilik

Bakteri ini hidup di lingkungan yang sangat ekstrim bersuhu tinggi dan asam. Kondisi optimal untuk pertumbuhan bakteri ini berkisar antara 60-80'C dengan pH 2-4. Bakteri ini dapat ditemukan di kawah vulkanik, mata air mengandung sulfur seperti yang terdapat di Yellow Stone Amerika, dan lubang vulkanik. Bakteri ini hidup dengan cara mengoksidasi sulfur sehingga sulfur merupakan bahan yang sangat penting sebagai sumber energinya, contohnya adalah Thermoplasma dan Sulfolobus.

B. Eubacteria

Eubacteria atau bakteri merupakan organisme prokariotik, bakteri ini salah satu penyebab kentang busuk. Adapun ciri ciri dari Eubacteria adalah:
  1. Bersifat heterotrof tetapi ada juga yang bersifat fotoautotrof dan kemoautotrof
  2. Habitatnya tersebar luas di tanah, udara, air dan pada tubuh organisme lain
  3. Bersifat uniseluler
  4. Hidup soliter atau berkelompok
  5. Termasuk organisme prokariotik
  6. Sel tubuhnya dapat menyekresikan lendir ke permukaan dinding selnya
  7. Pada kondisi yang tidak menguntungkan, bakteri membentuk endospora dan membentuk kapsul.
Ada 2 macam struktur dari Eubacteria, berikut ini adalah struktur dasar Eubacteria:
  1. Dinding sel, berfungsi sebagai pelindung dan memberi bentu bakteri
  2. DNA, merupakan materi pembawa genetik
  3. Granula penyimpanan, berfungsi menyimpan cadangan makanan
  4. Ribosom, tersusun dari RNA dan protein
  5. Membran plasma berfungsi dalam mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkunganya
  6. Sitoplasma tersusun dari 80% air, protein, asam nukleat, lemak, karbohidrat, ion organik dan kromatofora
Adapun struktur tambahan dari Eubacteria:
  1. Flagela, tersusun dari protein. Flagela ini digunakan untuk bergerak
  2. Kapsul, tersusun dari polisakarida dan air
  3. Pilus, berfungsi sebagai alat lekat dengan organisme lainnya
  4. Fimbria, merupakan struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek dari pilus
  5. Endospora, merupakan bentuk istirahat dari beberapa jenis bakter
  6. Vakuola gas, hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis dan yang hidup di dalam air
  7. Klorosom, merupakan struktur yang berada tepat di bawah membran plasma
Demikian ulasan mengenai kingdom monera dan macam-macamnya, semoga bermanfaat.