Tampilkan postingan dengan label Pengukuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengukuran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Pengertian dan Aturan Penulisan Angka Penting dalam Fisika

Hasil pengukuran yang telah kita lakukan dengan menggunakan alat ukur adalah nilai data hasil pengukuran. Nilai ini berupa angka-angka dan termasuk angka penting. Jadi, pengertian dari angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, termasuk angka  terakhir yang ditaksir atau diragukan. Angka-angka penting ini terdiri atas angka-angka pasti dan satu angka taksiran yang sesuai dengan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan.


angka penting fisika

Semua angka-angka hasil pengukuran adalah bagian dari angka penting. Namun, tidak semua angka hasil pengukuran merupakan angka penting. Berikut ini merupakan aturan penulisan nilai dari hasil pengukuran.

  • Semua angka bukan nol merupakan angka penting. Jadi, 548 memiliki 3 angka penting dan 1,871 memiliki 4 angka penting.
  • Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting. Jadi, 2,022 memiliki 4 angka penting.
  • Angka nol yang terletak di sebelah kanan tanda koma dan angka bukan nol termasuk angka penting.
  • Angka nol yang terletak di sebelah kiri angka bukan nol, baik yang terletak di sebelah kiri maupun di sebelah kanan koma desimal, bukan angka penting. Jadi, 0,63 memiliki 2 angka penting dan 0,008 memiliki 1 angka penting. Hal ini akan lebih mudah terlihat jika ditulis 63 × 10 (pangkat -2) dan 8 × 10 (pangkat -3)

Dalam penulisan hasil pengukuran, ada kalanya terdapat angka yang digarisbawahi. Tanda garis bawah ini menunjukkan nilai yang diragukan. Angka yang digarisbawahi termasuk angka penting, tetapi angka setelah angka yang diragukan bukan angka penting. Jadi, 3541 memiliki 3 angka penting dan 501, 35 memiliki 4 angka penting.

Pengertian Besaran Pokok dan Pengertian Besaran Turunan

Menurut para ahli pengertian besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka seperti panjang, berat atau luas sesuatu. Adapun satuan adalah ukuran suatu besaran seperti centimeter, second dan sebagainya. 

Banyak sekali besaran-besaran yang dapat kita temukan dalam fisika. Namun demikian, secara umum kita dapat mengelompokkan semua besaran yang ada ke dalam dua kelompok, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Untuk lebih memahaminya, silahkan baca pembahasan tentang pengertian besaran pokok dan besaran turunan berikut ini:

a. Pengertian Besaran Pokok

Besaran pokok atau besaran inti merupakan besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak memiliki ketergantungan pada besaran lainnya. Besaran ini nantinya memiki beberapa cabang yang dinamai dengan besaran turunan. Terdapat tujuh besaran pokok yang telah ditetapkan, diantaranya:

  1. massa
  2. waktu
  3. panjang
  4. kuat arus listrik
  5. temperatur
  6. intensitas cahaya
  7. jumlah zat


Selain besaran-besaran di atas, terdapat dua besaran tambahan yang tidak memiliki dimensi, yakni sudut datar dan sudut ruang (tiga dimensi). Satuan dan lambang satuan dari besaran pokok dapat Anda lihat pada Tabel berikut:
pengertian besaran pokok
Tabel Besaran Pokok, Satuan dan Lambangnya

b. Pengertian Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang dapat diturunkan dari besaran pokok. Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan mengabungkan beberapa satuan besaran pokok.Sebagai contoh, volume sebuah balok adalah panjang × lebar × tinggi. Panjang, lebar, dan tinggi adalah besaran pokok yang sejenis. Dengan kata lain, volume diturunkan dari tiga besaran pokok yang sejenis, yakni panjang.

Contoh lain adalah kelajuan, yakni jarak dibagi waktu. Kelajuan diturunkan dari dua besaran pokok yang berbeda, yakni panjang (jarak) dan waktu. Selain memiliki satuan yang diturunkan dari satuan besaran pokok, besaran turunan juga ada yang memiliki nama satuan tersendiri.Untuk tahu lebih detail, coba lihat beberapa jenis besaran turunan berikut ini:

pengertian besaran turunan
Contoh Besaran Turunan dan Satuannya

Dalam pembahasan tentang pengertian besaran pokok dan besaran turunan kali ini, Abimuda cukupkan dengan beberapa contoh besaran turunan saja. Sebenarnya masih banyak besaran turunan yang kita kenal dalam ilmu fisika yang dapat kamu cari-cari sendiri dari berbagai artikel yang berserakan di buku-buku dan halaman internet.

Kamis, 05 November 2015

Contoh Macam-macam Alat Ukur dan Besarannya

Ketika kita akan mengukur suatu objek, maka kita memerlukan alat yang sesuai dengan besaran yang diukur. Misalnya saja mistar untuk mengukur besaran panjang, stopwatch untuk mengukur besaran waktu, neraca untuk mengukur besaran massa dan termometer untuk mengukur besaran suhu.

Baca: Pengertian Pengukuran Dalam Fisika

Nah pada artikel kali ini, kita akan belajar bersama-sama mengenal macam-macam alat ukur beserta besarannya.Berikut ulasannya:

A. Alat Ukur Panjang

Untuk mengukur panjang suatu benda, setidaknya kita dapat menggunakan tiga alat ukur yaitu mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup. Adapun pemilihan alat ukur yang akan digunakan harus disesuaikan dengan tingkat ketelitian yang diinginkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses pengukuran.

1. Mistar
neraca ohaus

Alat ukur satu ini memiliki skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm atau sama dengan dua goresen terdekat. Oleh karena itu, mistar memiliki ketidak pastian sebesar 0,5 mm

2. Jangka Sorong

Jangka sorong dapat dih=gunakan untuk mengukur ketebalan suatu plat logam, mengukur garis tengah bagian luar dan dalam pipa, atau kedalaman lubang. Terdapat beberapa bagian penting yang perlu kita ketahui dari jangka sorong, yaitu rahang tetap dan rahang geser. Rahang tetap memiliki skala yang disebut skala utama. Satu bagian terkecil skala utama jangka sorong memiliki panjang 1 mm. Adapun rahang geser memiliki skala yang disebut skala nonius atau sering juga disebut dengan skala vernier. Pada skala nonius, panjang 20 skalanya adalah 1 mm atau dapat dikatakan pula bahwa satu bagian nonius adalah 0,05 mm yang berarti pula bahwa skala terkecilnya juga 0,05 mm atau 0,005 cm.

3.Micrometer Skrup 

Micrometer Skrup merupakan panjang yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jangka sorong atau apalagi mistar. Skala terkecil Micrometer Skrup  mencapai 0,001 cm atau 0,01 mm. Penyajian datanya sering kali dalam satuan millimeter.

B. Alat Pengukur Massa


Untuk mengukur massa suatu benda, biasanya digunakan alat berupa neraca atau lebih akrab ditelinga kita dengan istilah timbangan. Neraca sendiri memiliki beberapa jenis. Dan itu semua dibedakan berdasarkan perbedaaan cara kerja, ketelitian, ataupun teknologi yang digunakan. Salah satu neraca yang kita kenal antara lain adalah neraca Ohaus.

C. Alat Ukur Waktu

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan instrumen pengukuran waktu seperti:

1. Jam Tangan

Ada dua jenis jam tangan yang sering kita dapati dalam kehidupan sehari-hari; jam tangan digital dan jam tangan jarum. Pada jam tangan jarum, jarum paling panjang disebut sekon yang bergerak setiap satu sekon. Jarum yang lebih pendek disebut jarum menit yang bergerak setiap satu menit. Adapun jarum yang terpendek disebut dengan jarum jam dan bergerak satu skala setiap satu jam. Pada umumnya, jam tangan memiliki ketidak pastian sebesar 1 sekon.

2. Stopwatch

Stopwatch memiliki tingkat ketelitian lebih tinggi dibandingkan jam tangan. Sebagaimana jam, Stopwatch juga ada yang berbentuk jarum dan adapula yang digital. Stopwatch jarum memiliki ketidak pastian pada skala 0,1 sekon sedangkan Stopwatch digital memiliki nilai ketidakpastian sebesar 0,01 sekon.

D. Alat Ukur Kuat Arus Listrik

alat ukur arus listrik

Ada dua macam alat ukur yang dapat kita gunakan untuk mengukur kuat arus listrik pada suatu rangkaian listrik, yaitu amperemeter analog dan amperemeter digital. Sampai saat ini, amperemeter analog masih lebih populer dan banyak digunakan ketimbang amperemeter digital yang mustinya lebih canggih dan mudah digunakan.

Nah demikian beberapa contoh macam-macam alat ukur yang biasa digunakan dalam proses pengukuran suatu besaran. Untuk detail cara pemakaiannya, insyaAlloh akan kita jelaskan lebih terperinci pada artikel-artikel berikutnya.

Baca Juga : Pengertian Besaran Pokok dan Pengertian Besaran Turunan



Pengertian Pengukuran Dalam Fisika

Sebelum kita mengulas lebih jauh tentang pengertian pengukuran dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Tentu dalam kehidupan sehari-hari, para pembaca pernah melakukan atau minimal melihat proses pengukurankan ? Ketika anda membeli beras misalnya, si penjual akan menimbang beras yang akan anda beli untuk mengetahui masanya. Hal ini berarti si penjual beras sedang melakukan proses pengukuran masa beras yang akan anda beli. 

Contoh yang lain dapat anda temukan dalam proses jahit-menjahit. Ketika akan menjahit pakaian, seorang tailor atau penjahit tentu akan mengukur panjang kain yang akan dijahinya bukan ? Nah ini berarti seorang penjahit sedang melakukan pengukuran.

Pengertian Pengukuran Dalam Fisika
Mistar; Contoh Alat Ukur Panjang

Adapun pengertian pengukuran dalam ilmu fisika adalah:
membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran jenis yang ditetapkan sebagai satuan. 

Sebagai contoh, ketika penjual beras mengukur massa dari beras, artinya penjual tersebut membandingkan nilai besaran massa dengan satuan massa yang sudah ditentukan.Baik satuan masa yang berupa kilo gram (kg), gram (g) atau yang lainnya.

Seorang Penjual Sedang Menimbang Beras (foto:Antaranews)

Dalam pengukuran, untuk memperoleh hasil pengukuran dengan nilai persentase kesalahan sekecil mungkin, pastikan anda telah melewati langkah-langkah pengukuran dengan benar, mempertimbangkan aspek akurasi (ketepatan), kesalahan matimatis, ketelitian dan kepekaan atau sensitivitas alat ukur yang digunakan.

Dalam pengukuran dikenal juka istilah ketidak pastian. Yaitu sebuah parameter yang menetapkan rentang nilai yang didalamnya diperkirakan terletak nilai kuantitas yang diukur. Untuk lebih jelasnya insyaAlloh kita akan bahasa dalam artikel tersendiri.